Semangat Menuntut Ilmu

Ilmu bukan ditunggu, tapi diraih dengan berbagai cara, meskipun berkeringan dan terseok seok

Namsam Seoul Tower

Training Network Yang Melelahkan Dilanjut Refresing keliling Seoul dan Sewon Korea Selatan

GeNAM Mendesak Gubernur DKI Melarang Minimarket Jual Miras

Berbagai element pemerintah dan masyarakat diajak untuk melawan miras untuk Menyelamatkan Generasi

Rihlah Adalah Seni Memperkuat Ruhiah

Jalan jalan Bersama Keluarga Mencari Keindahan Alam Ciptaan Allah

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2015

Hakim Senior: Minuman Keras Memicu Terjadinya Kriminalitas

Miras memicu Kriminalitas  Tindakan kriminal yang dilakukan seseorang biasanya  diawali dengan menenggak  miras. Tak  dipungkiri bahwa Minuman keras (miras) bisa mempengaruhi jiwa dan perilaku seseorang, sehingga memicu tindakan yang terkadang diluar kesadaran manusia, bisa jadi tindakannya lebih beringas dan nekat. Demikian ungkap  Hakim senior Pengadilan Negeri Sleman, Iwan Anggoro Warsito SH MH kepada info-jogja.com. 
Bahkan Iwan yang juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Sleman pernah mengangkat temuan ini sebagai judul Tesis nya. Di Kabupaten Sleman peredaran Miras cukup tinggi. Dari data tahun 2013 PN Sleman menangani rata-rata 5-6 perkara per minggu. 
"Peredaran miras di Kabupaten Sleman terbilang tinggi, ada sekitar 5-6 perkara setiap minggunya , namun kenapa peredaranya tetap tinggi, padahal ketok putusan terhitung tinggi. Untuk tahun 2013 saja para penjual miras yang terjaring operasi  dikenakan denda paling rendah Rp 2 juta, namun ternyata tidak menimbulkan efek jera," katanya. 
Untuk tahun 2014 ini beberapa yang diajukan ke persidangan merupakan pemain lama, sehingga denda dan ancaman yang dikenakannya cukup tinggi. Sebagai contoh penjual miras  atas nama Tony Santoso pada sidang pekan lalu diganjar 2 bulan penjara karena pernah 3 kali melakukan hal yang sama. 
Bahkan ada yang didenda hingga  10 Juta. Diakuinya  banyak kendala  dalam penanganan perkara ini agar bisa membuat efek jera bagi para penjual, salah satunya perangkat regulasi yang hanya  mencantumkan ancaman maksimal 3 bulan penjara, selain itu biasanya terdakwa yang dihadirkan di persidangan bukan yang bersangkutan melainkan hanya orang-orang suruhan saja sehingga menjadi pertimbangan dalam mengambil putusan sidang. 
Dari data dan fakta dipersidangan ternyata Miras menjadi pemicu terjadinya tindakan kriminalitas seperti penganiayaan, pembunuhan dan pemerkosaan. Kejadian yang menimpa sisiwi SMK di Kalasan beberapa waktu yang lalu, pelaku sebelumnya telah teler miras, penganiayaan di Denggung dengan obeng, Anak Punk di Tempel kesemuanya dilakukan pelaku karena telah terpengaruh Miras. Dirinya berjanji siapa pun penjual miras yang disidangkan  akan ditindak seberat-beratnya sehingga menimbulkan efek jera.


Sumber: 

Senin, 16 Maret 2015

Jenis Makanan Penurun Kolesterol

Lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol semakin banyak dan meningkat paling banyak ditemui pada produk makanan yang bersumber dari protein hewani, misalnya daging, susu, krim, mentega, dan keju. Lemak jenuh tak hanya terdapat pada produk hewani saja, namun adapula yang berasal dari produk nabati misalnya santan, minyak kelapa dan lemak nabati.
Untuk menurunkan kadar kolesterol atau tetap menjaga kadar kolesterol tetap stabil dan normal, cara yang paling efektif adalah dengan menghindari, mengurangi atau membatasi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh.

Berikut ini ada 10 jenis makanan yang dapat membantu menurunkan kolesterol atau makanan yang baik bagi penderita kolesterol, diantaranya adalah :

1. Kacang kedelai
Makanan yang berasal dari kacang kedelai atau telah menjadi suatu olahan makanan yang berasal dari kacang kedelai seperti tahu, tempe, susu keddelai, tepung kedelai yang mengandung isoflavon yang berfungsi sebagai zat yang dapat menekan kolesterol jahat (LDL) agar tidak berkembang.
Namun hal yang perlu diingat adalah cara pengolahan makanan yang bersumber dari kacang kedelai, usahakan dimasak tanpa menggunakan minyak jelantah atau campuran santan, ganti minyak goreng dengan minyak zaitun. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyarankan untuk mengkonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari untuk menurunkan kadar kolesterol.

2. Kacang-kacangan
Kacang merupakan serat larut yang sangat tinggi. Dengan mengonsumsi serat larut dapat mengurangi kolesterol. Mengkonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang secara teratur selama 6 minggu dapat menurunkan kolesterol hingga 10 %.

3. Ikan Salmon
Ikan salmon diperkaya dengan kandungan omega 3 yang dapat berfungsi untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan produksi kolesterol baik (HDL). Selain mengandung omega 3, ikan salmon juga mengandung EPA dan DHA yang sangat baik bagi kesehatan dan fungsi kerja organ jantung.
Sebuah asosiasi kesehatan di Amerika, menyimpulkan dengan mengonsumsi ikan salmon, ikan tuna, trout, sarden, makarel dan hering minimal 2 porsi dalam 1 minggu dapat memberi manfaat yang sangat optimal dalam menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

4. Alpukat
Alpukat memang memiliki tingkat kalori yang cukup tinggi, namun alpukat merupakan salah satu buah yang dapat dijadikan sumber lemak tak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolsterol baik (HDL). Namun dalam mengonsumsi alpukat, diwajibkan dikombinasikan dengan buah atau sayuran lainnya sehingga dapat menekan jumlah kalori yang terdapat pada alpukat.
1 buah alpukat ukuran sedang mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak tak jenuh. Dalam batas normal tubuh manusia memerlukan 1.800 kalori dan 30 gram lemak tak jenuh setiap harinya.

5. Bawang Putih
Bangsa Mesir Kuno sudah ribuan tahun lalu menggunakan bawang putih yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan dan stamina tubuh manusia. Bahkan sekarang ini banyak orang menggunakan bawang putih untuk menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah tinggi daan melindungi tubuh dari infeksi.
Bahkan sebuah penelitian membuktikan bumbu rempah yang digunakan sebagai salah satu pelengkap bumbu masakan ini dipercaya dapat mencegah berkembangnya molekul kolesterol yang menempel dan hinggap di dinding pembuluh darah.

6. Bayam
Bayam yang merupakan sayuran hijau banyak mengandung zat lutein yang amat penting bagi keshatan dan ketajaman fungsi mata. Selain itu bayam juga berfungsi sebagai pelindung kesehatan dari organ jantung dan mampu melindungi jantung dari pencegahan lemak yang menempel pada pembuluh darah. Oleh karenanya tak heran seseorang yang memiliki kolesterol disarankan untuk rajin mengonsumsi bayam setiap hari minimal setengah mangkuk
.
7. Margarin
Beberapa jenis margarin bisa menurunkan kadar kolesterol. Misalnya margarin dari minyak biji bunga kanola.

8. Kacang Mede, Almon, dan Kenari
Kacang mede, almond, dan kacang kenari merupakan bahan makanan rendah lemak yang sangat baik bagi kesehatan jantung karena jenis kacang-kacangan tersebut mengandung lemak tak jenuh tunggal.
Jenis kacang-kacangan tersebut juga diperkaya akan kandungan vitamin E, magnesium, dan phytochemical yang berhubungan erat dengan kesehatan jantung.

9. Teh
Teh diperkaya oleh kandungan antioksidan yang dapat memberikan rasa tenang terutama pada pembuluh darah agar terhindar dari pembekuan darah. Selain kaya serat, teh mengandung antioksidan seperti flavonoid yang dapat mencegah oksidasi yang dapat menyebabkan penimbunan kolesterol jahat (LDL) yang menumpuk di pembuluh darah. Dengan minum segelas teh hangat dapat memenuhi antioksidan bagi tubuh.

10. Cokelat
Cokelat selain dijadikan cemilan atau bahan pangan olahan lainnya, ternyata cokelat juga sehat. Pilihlah cokelat hitam yang memiliki rasa cukup pahit. Cokelat mengandung antioksidan dan flavonoid, namun semua itu tergantung di mana cokelat tersebut tumbuh dan bagaimana proses pengolahannya.

Sumber

Rabu, 25 Februari 2015

Telapak Tangan Bukan Termometer Untuk Selamatkan Anak

Menempelkan telapak tangan ke dahi di Buyung atau si Upik bukan cara
tepat untuk menggolongkan suhu badannya panas, normal, atau dingin.
Naiknya suhu tubuh bukan serta merta petunjuk ia harus diminumi obat
turun panas.Dr. Paul Zakaria daGomez, ahli imunologi dari RS Harapan
Kita, menguraikan duduk persoalannya, termasuk kapan obat turun panas
diperlukan.

Setiap hari televisi menyuguhkan pelbagai macam iklan obat penurun
panas. Semuanya mengklaim serba cespleng! Orang tua mana yang tidak
cemas kalau anaknya menderita panas? Nomor satu pasti buru-buru mencari
obat penurun panas, entah dari lemari obatnya sendiri, beli di warung,
atau minta tetangga.

Setiap kali anak kita tidak enak badan, pasti gerakan refleks kita
langsung menempelkan tangan ke dahi atau lehernya. Tapi telapak tangan
sebagai alat pengukur panas sebenarnya bersifat sangat subyektif.
Artinya, ia tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk menggolongkan
apakah suhu seseorang panas, normal, atau dingin.

Seseorang dengan metabolisme tubuh rendah atau menderita anemia di mana
suhu tangannya lebih dingin, akan lebih peka bila meraba seseorang yang
suhu tubuhnya tinggi dibandingkan dengan mereka yang metabolisme
tubuhnya normal dan suhu tangannya lebih hangat. Karena tingkat
metabolisme dan mekanisme sirkulasi darah tiap individu bervariasi,
sudah tentu mengukur suhu badan seseorang dengan punggung telapak tangan
tidaklah tepat.

Karena itu setiap keluarga hendaknya menyediakan termometer air raksa
yang harganya relatif murah. Alat pengukur panas ini lebih bisa
diandalkan. Dalam keadaan sangat mendesak data tersebut bahkan bisa
langsung dikonsultasikan ke dokter lewat telepon.

Mekanisme kekebalan
Suhu rata-rata tubuh normal dan sehat seseorang menurut beberapa
peneliti barat seperti Becquerel dan Berscher (1835) dan Wunderlich
(1868), adalah 37 C. Suhu tubuh normal seseorang sesungguhnya bervariasi
tergantung pada waktu pengukuran (pagi, siang atau malam), tempat
pengukuran (dalam rongga mulut, di ketiak, atau dalam dubur), faktor
usia serta tingkat metabolisme (sebelum atau sesudah makan, sebelum atau
setelah melakukan aktivitas fisik). Pengukuran suhu dengan termometer
lewat rongga mulut atau dubur akan lebih tepat daripada lewat ketiak.

Suhu tubuh paling rendah pada pagi hari (5.00 - 6.00) dan paling tinggi
senja hingga malam hari. Perbedaan antara suhu terendah dan tertinggi
bervariasi, sekitar 0,3 C-1,5 C. Semula perbedaan itu diduga hanya
karena perbedaan cuaca, suhu serta kelembapan saja, ternyata juga karena
faktor irama diurnal (saat tidur dan melek) yang berkembang sejak usia 1
- 2 tahun dan berlangsung terus seumur hidup.

Suhu tubuh rata-rata orang dewasa di bawah 37 C. Seorang peneliti,
Horvath SM dkk. pernah meneliti 54 orang dewasa muda (usia 23 tahun)
selama beberapa bulan dengan kesimpulan, nilai rata-rata suhu rongga
mulut pada pagi hari 36,5 C dan malam hari 36,8 C. Peneliti lain,
Dinarello dan Wolff dari Inggris melaporkan, hasil penelitian pada
sembilan orang dewasa mudah (22 tahun), dalam seharinya rata-rata suhu
badan mereka 36,6 C dengan nilai terendah 36,4 C dan tertinggi 36,8 C.
Suhu rata-rata rongga mulut orang tua lebih rendah daripada orang muda,
tetapi suhu duburnya sama.

Padahal suhu anus biasanya lebih tinggi daripada suhu rongga mulut.
Perbedaan ini sangat bervariasi. Pada orang muda, suhu lubang keluaran
itu rata-rata 0,56 C lebih tinggi daripada suhu rongga mulut.

Pada anak usia kurang dari 12 tahun, suhu tubuh waktu malam hari sering
lebih tinggi, rata-rata 37,4 C. Sebagai pedoman kasar, suhu tubuh anak
yang tidak melebihi 38 C (antara 36 C - 38 C) tidak perlu dirisaukan
karena belum merupakan indikasi untuk diberi obat penurun panas. Karena
sebenarnya suhu yang agak panas malah diperlukan untuk pertumbuhan dan
sebagai salah satu mekanisme untuk mempertahankan tubuh dari serangan
infeksi atau masuknya benda asing ke dalam tubuh.

Hal ini pernah dikemukakan oleh seorang ahli imunologi - infeksi dari
Belanda, van den Meer. Kemudian, ia mengingatkan hendaknya pemakaian
obat penurun panas terlalu dini berarti tidak memberikan kesempatan pada
tubuh untuk melaksanakan fungsi mekanisme pertahanan tubuh (kekebalan).
Kalau jamur yang sedang tumbuh (misalnya pada oncom dan tempe)
menghasilkan panas dan membutuhkan kalori, demikian pula manusia. Tumbuh
kembang anak lebih pesat daripada orang dewasa sehingga secara otomatis
menghasilkan panas lebih banyak pula.

Menurunkan panas tanpa obat
Untuk mengatasi demam, lebih baik mengusahakan dulu dengan menyeka
seluruh permukaan tubuh beberapa kali (terutama sewaktu suhu tubuh
meningkat) dengan handuk kecil dibasahi air hangat. Tindakan ini akan
melancarkan sirkulasi darah dan membuka pori-pori kulit sehingga
memberikan kesempatan panas keluar dari tubuh ke lingkungan sekitarnya.
Ruang ventilasi yang baik di mana udara berlangsung secara teratur atau
kamar ber- AC, sangat dianjurkan untuk merawat penderita demam.

Pakaian yang sudah basah karena keringat hendaknya segera diganti dengan
yang kering. Sebaiknya dari katun yang lebih mengisap keringat, bukan
yang sintetis. Bila usaha ini tidak berhasil dan suhu badan mencapai 38
C, barulah penderita diberi obat penurun panas (anti- piretika). Dosis
obat penurun panas jenis asetaminofen, yang umum dijual di warung atau
apotek seperti Tempra, Panadol, Parasetamol, dll adalah 10 mg/kg berat
badan/hari dibagi 3 dosis (diminum 3 kali sehari).

Bila sudah diberi obat penurun panas dua kali tetapi suhu badan tetap
belum turun juga, berkonsultasilah ke dokter. Mungkin demam yang
diderita bisa karena infeksi bakteri yang agak berat yang tidak bisa
mengandalkan mekanisme kekebalan tubuh atau obat penurun panas saja,
tapi memerlukan obat antibiotika. Biarlah dokter yang menentukan
pemilihan obatnya.